Home » » SEJARAH ASLI HARI VALENTINE (True story behind valentine’s Day)

SEJARAH ASLI HARI VALENTINE (True story behind valentine’s Day)

Written By Yudhistira FLambotama on Selasa, 07 September 2010 | 09.44


Tanggal 14 februari, kayaknya muda-mudi mulai sibuk dengan perayaan gak jelas dan kabur yang biasa disebut hari valentine. Sebelum anda sibuk merayakan valentine, ada bagusnya juga anda semua menyimak asal muasal hari valentine ini. Kalau anda mengira bahwa sejarahnya adalah mengenai santo valentine itu, kayaknya anda salah besar deh, inilah the true story behind valentines day.
Sejarah Valentine ini kabur dan tidak jelas, ada beberapa versi yang menjelaskan tentang valentines day ini.

Sejarah dari valentine telah dikaburkan dengan adanya legenda khayal St. Valentine, sebenarnya akar dari acara valentine ini adalah Festival yang diadakan di romawi kuno yang disebut dengan Festival Lupercalia, Apa itu festival Lupercallia ?, itu adalah festival, orang-orang romawi kuno penyembah berhala yang merayakan hari kesuburan, anehnya mereka sendiri bingung dewa yang mana yang mereka peringati di hari itu karena ada tiga dewa kesuburan, lupercus, inuus atau faunus yang diperingatai setiap tahun setiap tanggal 13 sampai 15 februari.

Walaupun mereka bingung menghormati dewa yang mana tapi acara tersebut tetap dipertahankan.
Perayaan paganisme (ajaran penyembah berhala) Lupercalia ini cukup menjijikkan, mereka mengorbankan 2 ekor kambing jantan dan anjing jantan, darah persembahannya disapukan kekening, kemudian mereka tertawa-tawa, dan tersenyum. Kemudian mengambil kulitnya yang mereka sebut dengan istilah Februa, kemudian mereka akan bertelanjang dan mengenakan bulu kambing persembahan tersebut, dan lari mengelilingi rute yang telah ditandai dengan batu, sepanjang kota palatine. Para wanita muda akan berbaris mengikutinya, mengharapkan kesuburan. Selain itu ada pula tradisi para pria memilih nama seorang gadis dalam kotak yang kemudian, gadis tersebut akan menjadi kekasihnya selama setahun untuk bersenang-senang dan menjadi objek hiburan bagi sang pria yang memilihnya.

Lalu Paus Gelasius, “meangaransemen” acara ini menjadi hari perayaan umat kristen, disebutlah sebagai Hari peringatan St. Valentines yang kebetulan dalam sejarahnya yang masih kabur diklaim meninggal pada tanggal 14 februari tersebut, yang dimulai sejak tahun 496 M .

St. Valentine yang menjadi mitos dasar perayaan valentine ini memiliki sejarah kabur dan tidak jelas, versinya banyak, dan ceritanya bermacam-macam. Cerita yang paling sering didengung-dengungkan adalah cerita tentang latar belakang hukuman mati santo valentine oleh kaisar romawi Claudius II. Ceritanya atas perintah kaisar, para pemuda dilarang menikah karena, kaisar menganggap, pemuda yang hidup membujang lebih tabah dan kuat dalam berperang. Santo Valentine tidak setuju dengan titah kaisar ini, ia menikahkan banyak pemuda, yang akhirnya diketahui oleh kaisar, sehingga menyebabkan ia dihukum mati.

Tapi cerita mengenai latar belakang tersebut ditentang oleh kaum gereja sendiri, karena menurut mereka latar belakang dihukum matinya santo valentine adalah karena, ia menyatakan tuhannya adalah isa alamasih, bukan para dewa yang disembah oleh orang romawi kuno. Alasan pengambil alihan festival Lupercalia menjadi valentines Day bertujuan untuk menghapuskan tradisi paganisme (penyembahan berhala). Kemudian sejak tahun 1969 ada gerakan yang berusaha menghapuskan perayaan valentine dari kalender gereja karena mitos mengenai santo dan santa yang tidak jelas itu.

Lalu kenapa acara gak jelas ini masih dirayakan sampai sekarang, kalau saya melihatnya begini, Zaman sekarang kapitalisme sudah merajai perekonomian dunia. Dengan adanya perayaan-perayaan gak jelas seperti ini, mereka mengeruk keuntungan yang sangat besar, dari hasil penjualan souvenir-souvenir yang berbau valentine .tengoklah souvenir-souvenir di hari gak jelas tanggal 14 februari itu banyak dan laku keras kan?.

Jadi Propaganda hari valentine ini terus didengungkan biar semua orang tetap percaya dan tetap membeli produk-produk mereka, ada kapitalisme yang bermain dibalik ini. Selain itu misi lainnya adalah menjauhkan anak-anak islam dari kehidupan yang islami, dimana budaya valentine ini banyak digandrungi oleh muda-mudi yang notabene beragama islam. Mereka dididik untuk membiasakan budaya pacaran dan saling kasih sayang dengan salah kaprah kepada lawan jenis yang bukan muhrimnya, dan sialnya lagi mereka gak pernah mikir kalo lagi dibodohin.

Makanya yang ngerayain valentine, mikir-mikir lagi deh. Atau kamu udah gak bisa mikir lagi gara-gara nafsu
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. =BeuBegiG= - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger